Skip to main content

NUBUAT DAN RAMALAN (PENGUNGKAPAN)


Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. (2Tim 4:3-4)

Cerita 1

Cerita 1 sebenarnya adalah kisah nyata, tapi disini saya pakai kata-kata saya sendiri untuk menceritakannnya dan menggunakan nama samaran.

Dodi adalah seorang yang rajin beribadah, membaca Alkitab dan hidup dengan cukup baik. Selama ini kehidupannyapun baik-baik saja. Tapi suatu ketika, ia menghadapi kesulitan yang begitu berat. Ia tahu, ia akan tetap bersandar kepada Tuhan dan berdoa. Ia percaya Tuhan akan menolongnya. Tapi hari terus berjalan, ia masih belum menemukan jalan keluarnya. Ia pun mensharingkan kesulitannya kepada seorang temannya yang bernama Tony, yang juga kristen. Tony mengatakan bahwa ia mengenal seorang hamba Tuhan yang banyak memberikan pelayanan seperti ini. Banyak jemaat hamba Tuhan tersebut yang sudah lepas dari kesulitannya dan hidup dengan berkelimpahan. Dodi pun diajak untuk menemui hamba Tuhan tersebut. Sebenarnya Dodi agak enggan untuk kesana, karena is sudah pernah menemui hamba Tuhan digerejanya dan tetap tidak ada solusi, tapi ia juga enggan menolak permintaan temannya. Lagipula tidak ada salahnya kan.


Akhirnya Dodi ditemanin Tony datang ke tempat hamba Tuhan tersebut. Seorang lelaki yang sudah cukup berusia, tapi tampak berwibawa. Dengan tenang ia mempersilakan Dodi dan Tony masuk. Dodi pun menceritakan masalahnya. Hamba Tuhan tersebut mendengarkan dengan seksama, sambil sesekali tersenyum. Setelah Dodi selesai bercerita, hamba Tuhan itu mulai menanggapi.
Awalnya ia bercerita sedikit tentang pelayanannya, baru kemudian berbicara mengenai kesulitan Dodi. Hamba Tuah itu mengatakan :

“Dodi, dari sejak awal kamu datang kesini, Roh Kudus sudah memperlihatkan kepada saya kesulitan yang kamu alami. Kamu adalah seorang yang taat kepada Tuhan, tapi saat ini kamu sedang menghadapi kesulitan. Kamu terus berusaha untuk keluar dari kesulitan kamu, tapi tidak bisa. Roh Kudus memberikan hikmat kepada saya untuk mengatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya jalan keluar dari masalahmu sudah ada didepan matamu, hanya saja saat ini jalan itu sedang tertutup. Ada dosa yang menutupinya, masih ada dosa yang kamu sering lakukan, meskipun kamu sudah berjuang untuk melepaskan diri dari dosa tersebut. Tapi Roh Kudus mengatakan bahwa Tuhan mau mengampunimu asalkan kamu sungguh-sungguh mau bertobat, dan jalanmu akan terbuka.”

Dodi sedikit terkejut, hamba Tuhan ini benar-benar tahu tentang dirinya. “Ia pasti penuh dengan Roh Kudus,” pikir Dodi. Memang selama ini Dodi masih suka menonton film porno, meskipun ia sudah berusaha untuk lepas, tapi kadang keinginan itu muncul kembali. Ia tahu itu dosa, tapi sulit untuk melepaskan diri. Dodipun tersentuh dan ia menitikkan airmata. Ia membenarkan perkataan hamba Tuhan tersebut. Pantas saja Tuhan memberinya kesulitan, rupanya Tuhan sedang mendidiknya untuk keluar dari dosa.


Cerita 2

Cerita yang kedua ini saya ambil dari internet : http://www.108csr.com/home/artikel_tokoh.php?nav_id=5&id=201
Ki Joko Bodo Terawang Karir Briptu Norman
108CSR.com - Pro dan kontra atas mundurnya Briptu Norman Kamaru dari kesatuannya dinilai banyak orang, Norman hanya mencari popularitas semata, kacang lupa kulit lah dan penilaian macam-macam dari masyarakat. Nah, bagi yang beranggapan demikian, berarti sama halnya dengan penerawangan dari Ki Joko Bodo yang jauh-jauh hari sudah bisa memprediksi sejak awal bagaimana kelanjutan karir Norman ke depannya.

Kepada pers, Agus Yulianto alias Ki Joko Bodo menerawang bagaimana kelanjutan karir Norman ke depannya, ia mengatakan sudah bisa menebak bahwa apa yang dilakukannya olehnya (Norman-red) lebih mengejar pada kepuasan batinnya saja alias popularitas semata, tutur Ki Joko Bodo soal pengunduran diri Norman dari Brimob.

"Bagi saya, jika dia memilih keluar, itu memang haknya. Namun dunia glamour artis tidak selamanya menghasilkan sebuah materi terbilang banyak dan memuaskan, namun juga akan bisa membuat dirinya terpuruk," sambungnya, Senin (19/9).

Dijelaskan Ki Joko Bodo, kepuasan batin yang dimaksud adalah popularitas yang sekarang dikejar oleh Norman. Meskipun tidak dipungkiri juga bahwa petugas kepolisian yang tenar sejak lipsync lagu Chaiya Chaiya di YouTube itu memiliki talenta yang bagus di dunia tarik suara.

Lalu, bagaimana penerawangan Ki Joko Bodo tentang masa depan Norman di dunia entertainment nantinya? "Kalau saya lihat, bisa saja sukses. Namun tidak se-'ngeboom' dulu saat pertama kali kemunculannya," jawab paranormal berambut gondrong ini.

"Terus terang, tidak mudah untuk menjadi seorang artis jika tidak memiliki sebuah lagu yang mampu mendongkrak seseorang. Mudah-mudahan saja dia bisa sukses," harap Ki Joko Bodo.
Seperti kita ketahui selain ramalan para artis, Ki Joko Bodo juga dikenal dengan ramalan kejadian-kejadian alam semesta ini. Ramalan Ki Joko Bodo yang sering dinyatakan kepada publik adalah peristiwa bencana alam, seperti akan terjadi bencana banjir dan tanah longsor.

Seperti ramalan Ki joko Bodo pada tahun lalu yang berpesan untuk selalu eling lan waspodo terhadap bencana yang akan terjadi di Indonesia, karena bukan hanya bencana saja yang terjadi, kemiskinan juga akan semakin meningkat.

Dan dengan adanya ramalan Ki Joko Bodo, orang boleh percaya dan boleh tidak percaya, tidak ada yang melarang sama sekali. Karena ramalan itu ya ramalan yakni suatu prediksi kejadian yang akan terjadi dengan seiring berjalannya waktu, jadi belum bisa kita lihat jika kejadian itu sendiri belum kita alami.

Meski banyak yang tidak memperdulikan ramalan, namun banyak juga yang percaya. Nyatanya ramalan Ki Joko Bodo lewat SMS beberapa waktu lalu cukup laris, dan mampu menembus 70.000 SMS selama dua minggu. (ard/kpl)


NUBUAT DAN RAMALAN (PENGUNGKAPAN)

Saat membaca kedua cerita tersebut, sebagian besar orang kristen akan menilai bahwa cerita 1 adalah Nubuat, dimana hamba Tuhan dalam cerita tersebut diberikan hikmat oleh Roh Kudus atau Tuhan, sedangkan cerita 2 adalah Ramalan yang berasal dari Iblis/Setan. Setidaknya itulah yang dahulu ada dalam pikiran saya. Tapi sekarang, saya berani mengatakan bahwa cerita 1 bukan berasal dari Roh Kudus/Tuhan, dan cerita 2 bukan berasal dari Iblis/Setan. Keduanya hanya bualan manusia.

Saya akan membahas cerita 1 terlebih dahulu.

Kalau hamba Tuhan pada cerita 1 tidak mendapat hikmat dari Tuhan, bagaimana ia bisa tahu tentang dosa Dodi dan mengapa Dodi mengakui bahwa apa yang dikatakan oleh hamba Tuhan tentang dirinya itu benar?

Perhatikan pada cerita 1. Dodi menceritakan tentang kesulitan yang dihadapinya kepada hamba Tuhan itu, baru kemudian hamba Tuhan itu menjelaskan tentang masalah Dodi.

Beberapa poin akan saya ambil :

  • Hamba Tuhan mengetahui Dodi adalah seorang yang taat beribadah.
Sebenarnya tidak sulit untuk mengetahui apakah seseorang itu taat beribadah atau memiliki keinginan untuk taat kepada Tuhan dari apa yang dia ceritakan, apalagi jika hamba-hamba Tuhan ini terbiasa atau yang terdidik untuk menghadapi konseling seperti ini, ia akan lebih terlatih dengan sendirinya. Kitapun secara tidak sadar seringkali bisa menilai rohani seseorang melalui perkataannya. Saya tidak bahas lebih lanjut mengenai ini, karena memang ada tekniknya juga yang bisa kita latih. Jika kita menguasai teknik ini, bahkan dengan mudah kita bisa mengetahui apakah seseorang berbohong atau tidak.

  • Saat ini kamu sedang menghadapi kesulitan. Kamu terus berusaha untuk keluar dari kesulitan kamu, tapi tidak bisa.
Itu adalah kalimat hamba Tuhan yang berikutnya. Pertanyaannya, siapa sih yang sedang menghadapi kesulitan tapi tidak berusaha keluar dari kesulitannya? Kalimat ini adalah kalimat yang umum, tidak ada yang aneh dengan hal itu.

  • Sesungguhnya jalan keluar dari masalahmu sudah ada didepan matamu, hanya saja saat ini jalan itu sedang tertutup karena ada dosa yang menutupinya.
Pertanyaannya, yang dibilang jalan keluar, pasti akan ada didepan kita. Pernahkah jalan keluar itu ada dibelakang kita? Ini juga hal yang umum.

  • Ada dosa yang kamu sering lakukan, meskipun kamu sudah berjuang untuk melepaskan diri dari dosa tersebut.
Pertanyaannya, siapakah diantara kita yang tidak pernah melakukan dosa yang sama berulang-ulang? Siapa yang tidak pernah mencoba untuk lepas dari dosa yang berulang ini. Sekalipun sudah lepas, terkadang keinginan untuk melakukan dosa ini tetap ada dan itu yang sering dianggap oleh banyak orang bahwa ia masih melakukan dosa tersebut ketika ada hamba Tuhan yang mengucapkan kata-kata seperti diatas. Inipun hal yang umum.

  • Tuhan mau mengampunimu asalkan kamu sungguh-sungguh mau bertobat, dan jalanmu akan terbuka.
Disinilah yang akan menjadi dasar bahwa apa yang dikatakan hamba Tuhan itu selalu benar dan tepat.

Apa yang dikatakan oleh hamba Tuhan pada cerita 1 sebenarnya hanyalah hal-hal yang umum, tapi akan ditafsirkan oleh orang yang mendengarnya (dalam hal ini dodi) sebagai hal yang khusus untuk dirinya. Itulah yang menyebabkan ia tidak berpikir panjang dan menganggap hamba Tuhan ini memiliki hikmat dari Tuhan.

Tapi, bukankah pada cerita tersebut hamba Tuhan itu mengetahui Dodi sering menonton film porno dan sudah berusaha untuk lepas namun masih sering mengulanginya?

Perhatikan pada cerita tersebut. Dodi tidak menceritakan bahwa ia sering berulang kali melakukan dosa yang sama yaitu menonton film porno. Di akhir cerita ia baru mengakuinya.

Saya ambil contoh lain : Saat altar call, anda maju ke depan untuk didoakan secara khusus oleh pendeta anda. Ia menghampiri anda. Sambil anda menundukkan kepala, memejamkan mata dan berdoa, pendeta mendekat ke telinga anda dan berkata “Tuhan tahu bahwa kamu memiliki dosa yang sering kamu lakukan berulang kali”. Ketika mendengar kalimat ini, apa yang timbul dalam pikiran anda? Anda akan mulai mengingat hal-hal yang kurang baik yang berulang kali anda lakukan dan menganggapnya sebagai dosa, apakah itu menonton film porno, berbohong, suka menipu, tidak jujur saat bekerja di perusahaan anda, dan lainnya.

Saat itu anda mungkin akan langsung terharu dan meneteskan airmata. Anda merasa Tuhan benar-benar memperhatikan anda, sampai-sampai Tuhan mengungkapkannya melalui pendeta anda. Anda melihat bahwa pendeta ini adalah seorang hamba Tuhan yang benar-benar dipakai Tuhan dan dipenuhi Roh Kudus. Sama seperti cerita diatas, hal-hal seperti inilah yang terjadi pada Dodi maupun banyak orang kristen lainnya. Siapa sih yang tidak pernah melakukan kesalahan/dosa yang sama berulang-ulang? Yang dikatakan oleh pendeta/hamba Tuhan itu adalah hal yang umum, tapi anda bisa mengartikannya seolah khusus untuk anda pribadi.

Poin terakhir diatas saya kutip kembali :

  • Tuhan mau mengampunimu asalkan kamu sungguh-sungguh mau bertobat, dan jalanmu akan terbuka.

Disinilah yang akan menjadi dasar bahwa apa yang dikatakan hamba Tuhan itu selalu benar dan tepat. Mengapa? Perhatikan kalimat diatas. Kalimat itu adalah kalimat bercabang yang bisa multi tafsir. Seorang Kristen yang sedang mengalami kesulitan ketika mendengar kalimat tersebut akan langsung berpikir bahwa Tuhan akan memberikan jalan keluar ketika anda bertobat.

Ketika anda sungguh-sungguh berdoa dan bertobat dengan sungguh-sungguh, dan setelah itu anda memang menemukan jalan keluar untuk kesulitan anda, anda mungkin akan langsung bersyukur dan sekali lagi mengagumi kuasa Tuhan yang luar biasa itu, dan menyadari bahwa Tuhan sangat mengasihi anda. Anda juga akan mengagumi pendeta/hamba Tuhan yang telah menunjukkan jalan ini.

Tapi, ketika anda sungguh-sungguh berdoa dan bertobat dengan sungguh-sungguh, kesulitan anda tidak juga selesai bahkan semakin sulit, apa yang terjadi? Anda mungkin akan mulai mencari-cari lagi dosa apa yang belum anda akui. Atau anda datang kembali kepada pendeta/hamba Tuhan yang sama untuk menceritakan masalah ini. Percayalah, pendeta/hamba Tuhan itupun akan berusaha mencari apa lagi kesalahan anda, atau anda di anggap kurang bersungguh-sungguh bertobat dan sekali lagi anda tetap akan percaya apa yang dikatakan pendeta/hamba Tuhan tersebut. Pendeta/hamba Tuhan “tidak pernah” salah, karena mereka adalah “hamba-nya” Tuhan bukan?

Tambahan sedikit :

Saya teringat dengan kisah yang pernah dialami oleh seorang teman saya di gerejanya. Saat itu ia bergereja yang katanya dipenuhi Roh Kudus. Banyak jemaat yang berjatuhan dan mengeluarkan bahasa roh ketika ditumpangi tangan oleh pendetanya. Teman saya, karena memiliki kerinduan untuk dapat berbahasa roh juga, akhirnya pada suatu hari, saat altar call, ia pun maju ke depan.

Sudah banyak jemaat disamping kiri kanannya yang berjatuhan saat ditumpangi tangan oleh pendeta. Tiba giliran dia, pendeta berdoa dan menumpangi tangan di kepalanya. Pendeta itu bertanya apakah ia ingin dipenuhi Roh Kudus? Ia pun menjawab dengan yakin “Ya”. Dan mulailah pendeta berdoa. Apa yang terjadi? Ia tidak jatuh ataupun berbahasa roh. Ia tetap berdiri tegak. Pendeta kembali berdoa, tapi hasilnya tetap sama. Akhirnya pendeta itu berkata dengan tegas kepadanya ,”Kamu masih memiliki dosa yang belum kamu akui. Bertobatlah dan minta pengampunan Tuhan, karena kalau kamu tidak mau bertobat, kamu tidak akan bisa dipenuhi Roh Kudus!”

Akhirnya karena masih gagal, teman saya diminta kembali ke tempat duduknya, berdoa dan bertobat. Tapi yang terjadi justru teman saya keluar, karena ia merasa malu. Pendeta tersebut berkata dengan cukup keras dan pasti terdengar oleh jemaat lainnya. Ia merasa menjadi tertuduh sebagai seorang yang berdosa dan tidak mau mengakuinya. Sejak saat itu ia tidak pernah kembali ke Gereja tersebut.

Apa yang sesungguhnya terjadi? Hal yang sama seperti cerita 1 dan hasilnya, hamba Tuhan ini tidak pernah salah. Bersyukur, teman saya akhirnya menyadari apa yang sesungguhnya terjadi. Dan di Gereja-nya yang baru, ia mulai mengerti apakah kebenaran itu sesungguhnya.

Nubuat Alkitab

Bagaimana dengan nubuat-nubuat di Alkitab, apakah itu teknik yang sama. Jawabannya tidak! Anda baca kembali nubuat-nubuat yang terdapat di Alkitab dan lihat perbedaannya. Saya sudah menjelaskan teknik “Nubuat” palsu di atas, saya yakin anda akan bisa menemukan perbedaannya, karena saya tidak mau membahasnya sekarang.

Cerita 2

Haruskah saya juga membahas cerita 2. Intinya tetap sama saja. Hal-hal yang dikatakan oleh Ki Joko Bodo tentang Briptu Norman adalah hal-hal yang umum dan bercabang/multi tafsir, dan ini yang membuat apapun yang terjadi pada kenyataannya, ramalan Ki Joko Bodo akan selalu benar. Banyak orang akan menganggap Ki Joko Bodo adalah orang sakti, padahal ia memang benar-benar orang Bodoh, tapi orang yang mempercayainya pasti lebih Bodoh lagi. Anda baca saja sekali lagi dan perhatikan apa yang dikatakan oleh Ki Joko Bodo.

Mau Bernubuat/Meramal?


Inginkah anda bisa meramal atau bernubuat dan selalu tepat? Ada tekniknya yang memang bisa dipelajari. Anda bisa menjadi sehebat Mama Loren, yang seringkali ramalannya dianggap tepat. Tidak perlu kerjasama dengan Iblis/Setan karena nanti hasilnya harus bagi 2. Hahahahaha...

Teknik ini sangat dikenal dalam ilmu hipnotis dan banyak dipelajari oleh ahli-ahli hipnotis dan disebut dengan nama Cold Reading (pembacaan dingin). Sebagian dari anda mungkin pernah mendengarnya hanya kurang mengetahuinya. Tidak jarang teknik ini juga dipelajari oleh marketing sebagai teknik untuk menjual, oleh laki-laki untuk berkenalan dengan perempuan atau membuat daya tarik untuk perempuan agar terpikat dengan anda. Teknik ini sebenarnya teknik yang tidak berbahaya bahkan tanpa sadar kita sering/pernah menggunakannya. Itu sebabnya juga pendeta dan peramal, meskipun sering menggunakan teknik ini, kebanyakan dari mereka tidak menyadarinya.

Derren Brown adalah seorang ahli hipnotis yang sangat menguasai teknik ini, tapi ia menggunakannya hanya untuk menghibur.

Ingatlah, hari-hari ini semakin jahat, banyak orang yang tidak lagi mau sungguh-sungguh belajar kebenaran. Banyak dari mereka hanya ingin mendengar hal-hal yang menarik dan menyenangkan saja. Itu sebabnya Gereja-gereja yang memberitakan tentang kesuksesan, kemakmuran akan selalu lebih ramai daripada Gereja yang menyatakan bahwa Yesus juga mau kita memikul salib.

Saya memperhatikan, orang-orang yang sungguh-sungguh didalam Tuhan, tidak mudah terpengaruh dengan teknik yang dilakukan oleh pendeta-pendeta seperti ini, meskipun mereka tidak mengetahui tentang teknik ini. Tapi mereka yang hanya mencari kepuasan diri, pembenaran diri atau mencari apa yang cocok dengan dirinya dari fiman Tuhan, akan sangat mudah untuk terpengaruh dan mempercayai teknik ini dan menganggapnya dari Tuhan. Periksa kembali motivasi anda mengenal Tuhan dan kebenaranNya, dan belajarlah dengan sungguh-sungguh.

Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. (2Tim 4:3-4)

Comments