Skip to main content

Posts

Showing posts from 2007

Kasih

Kadang ku bertanya apakah Kasih itu Kadang ku bertanya dimanakah Kasih itu Kadang ku bertanya adakah Kasih di hatiku Kadang ku bertanya sudahkah ku mengerti Kasih Kadang ku bertanya mengapa ada Kasih Kadang ku bertanya dimana ku temukan Kasih Kadang ku bertanya kemana ku cari Kasih Kadang ku bertanya telah hilangkah Kasihku Dan Kau menjawab Kasih adalah Aku Dan Kau menjawab Kasih ada didalamKu Dan Kau menjawab telah kuberikan KasihKu padamu Dan Kau menjawab Aku telah mengajarkanya padamu Dan Kau menjawab karena Aku mengasihimu Dan Kau menjawab telah Kau temukan Kasihmu Dan Kau menjawab carilah Kasih di hatiMu Dan Kau menjawab Kasihmu ada selama Aku bersamamu

Pikirkan Natal

Natal adalah saat memberi Natal adalah saat bersuka cita Natal adalah saat menyembahNatal adalah saat memuji Natal adalah saat mengikuti langkah Tuhan Natal adalah saat mempersembahkan yang terbaik Natal bukan saat mempersembahkan kekayaan Natal bukan saat mencari kegembiraan Natal bukan saat menanti hadiah Natal bukan saat menerima Saat Ia hadir disekelilingnya tertidur Saat Ia hadir hanya sedikit yang hadir Saat Ia hadir tak ada pesta ceria Saat Ia hadir tidak banyak yang tau Bintang itu telah bersinar Tapi siapa yang mengikutinya Orang disekelilingnya terkejut Tapi siapa yang mencarinya Banyak yang tahu dimana Dia Tapi sedikit yang melangkah kesana Seperti saat ini Banyak yang tertidur Sedikit yang mencari Sekarang Yang ada hanya pesta Bukankah dulu tanpa makanan sedikitpun Sekarang yang ada hanya menanti hadiah Bukankah dulu Ia disembah Sekarang hanya saat berkumpul dan bergembira Tapi dahulu ada sukacita Yang seharusnya tidak dinanti Sekarang justru dinanti Yang seharusnya memberi

Setiap Langkah

Tuhan.. Sekian lama aku mengikutMu Setiap langkah kupandang jalanMu Setiap hari aku bersamaMu Setiap detik aku mengingatMu Kurasakan kasihMu Saat Kau gengam tanganku Kurasakan kesejukan Saat Kau sentuh hatiKu Saat yang indah kulalui bersamaMu Kebahagiaan Kau berikan padaku Semua indah dimataku Sampai pada saatnya aku bersamaMu Namun kiniKetika aku terjatuh Kau hilang dari hadapanKu GenggamanMu Kau lepaskan Hatiku tak lagi tersentuh Aku terkejut Karena Kau masih disisiku Ketika aku terjatuh Kau pegang diriku Agar aku tak terantuk pada dosa didepanku Genggamanku Kau lepaskan Saat aku terjatuh Namun Kau angkat tubuhku Agar ku tetap bersamaMu Hatiku merasa sunyi Ketika aku terjatuh Sepi kurasakan Namun Kau sisipkan sukacita Karena Kau masih disisiku Ketika aku terjatuh Kau pegang diriku Agar aku tak terantuk pada dosa didepanku

Ini Aku

Tuhan Mengapa Kau mengasihiku Bukankah aku pernah membenciMu Mengapa Kau panggil aku Bukankah aku tidak mau mendengarkanMu Mengapa Kau cari aku Bukankah aku tidak mau mencariMu Mengapa Kau beri kedamaian Bukankah aku selalu kesepian Aku hanyalah setitik debu Yang tertiup angin tanpa arah Namun Kau menangkapku Dan menjadikan sebening air Yang memberi kesegaran Kasihku tak seindah kasihMu Cintaku tak seindah cintaMu Rinduku tak seindah rinduMu Damaiku tak seindah damaiMu Tuhan Mengapa Kau memilihku Diantara berjuta anak-anakMu Bukankah Kau tahu semua dosaku Bentuklah aku Aku hanya dapat berkata Ini aku, jadilah seturut kehendakMu

Berkat Terindah

Tahun ini hampir berakhir Begitu banyak kebahagiaan Kau berikanBerkat-berkat yang begitu indah Saat kurenungkan kembali Aku sungguh bersyukur kepadaMu Kau berikan keluarga yang baik padaku Kau berikan sahabat yang setia padaku Kau berikan alam yang indah dihadapanku Kau berikan semua yang aku butuhkan Berkat yang indah Semuanya indah Namun hatiku bertanya Manakah yang terindah Tuhan.. Yang terindah adalah.. Saat aku terjatuh Engkau mengangkatku Yang terindah adalah.. Saat aku sedih Kau berikan senyuman dibibirku Yang terindah adalah.. Saat aku menangis Kau berikan kedamaian dihatiku Yang terindah dan paling indah adalah.. Bukan saat Kau lepaskan aku dari kesulitanku Tapi saat aku menghadapi kesulitan Kau tetap membuatku mengingatMu Kau tetap membuat bibirku menyebut namaMu Kau tetap membuatku bernyanyi bagiMu Kau tetap membuatku memuliakan namaMu Kau tetap tinggal bersamaku Dan Kau tidak pernah meninggalkan aku..

Sungguh Aku Tidak Mengerti

Tuhan, sungguh aku tidak mengerti KasihMu begitu besar untuk dunia Meski dunia membenciMu Kau tetap berkorban untuknya Tuhan, sungguh aku tidak mengerti Ketika Kau di siksa menuju ke salib Kau hanya diam menerima derita Agar dosaku di tebus oleh darahMu Tuhan, sungguh aku tidak mengerti Ajarkan aku tentang kasihMu Agar aku untuk mengerti pengorbananMu Mengikut Engkau memikul salibku

Amazing Christ

Lord, Oh so Great is Your Love Amazing grace You have given to me To me who live in sins Lord, Oh so wonderfull is Your Love You give Christ to save me Bring to life in Your grace Lord, Oh amazing is Your Love Lead me to follow Your way For all my life until I see You Tuhan, Oh begitu besar kasihMu Anugerah besar Kau berikan padaku Kepadaku yang berdosa ini Tuhan, Oh begitu agung kasihMu Kau berikan Kristus menebus dosaku Membawaku hidup dalam anugerahMu Tuhan, Oh luar biasa kasihMu Tuntun aku mengikut jalanMu Sepanjang hidupku hingga berjumpa denganMu

Ada Tuhan

Ada Tuhan Di balik gelisah hati Saat kusendiri Menghadapi buruknya mimpi Ada Tuhan Di balik rasa ragu Yang akan selalu membantu Melalui alunan lagu merdu Ada Tuhan Di balik jalan kelabu Yang selalu menemani Tuk melangkah tanpa henti Ada Tuhan Yang memberi kerinduan Akan indah lagu pujian Untuk terus kunyanyikan Ada Tuhan Tempat panutan hati Dan ungkapan isi hati Ada Tuhan Yang selalu mendengarkan Sepahit apapun cerita hati Ada Tuhan Di tengah jalan buntu Untuk memberi arah Menuju jalan keluar Ada Tuhan Dan aku percaya padaMu Kau selalu di sampingku Menemani setiap langkahku Ada Tuhan Sungguh Kau yang mulia Di atas segala kemuliaan

Di Akhir Tahun

Gerimis hujan di waktu senja Sendiri malam di akhir tahun Termenung hati tanpa berkata Jiwa sepi dalam lamunan Biarlah angin terus berhembus Memberi sejuk tubuh terbungkus Biarlah langkah maju berlekat Bersama bahagia yang kutemukan Panas di sini dingin di sana Bertemu kasih dijalan setia Keajaiban hadir penuh harap Satu mukjizat memberi derap Tidak lagi dalam bayangan Dimana hati membentuk jiwa Kucoba jalani bersama impian Berada jalan kita bersama Gelora baru bangkit mengayuh Tubuh baru beserta hati Langkah baru ke dunia baru Bersama tahun hari yang baru Bimbinglah aku bersamaMu

Jangan Tanyakan

Tidak semua pertanyaan Mendapat jawaban Tidak semua jawaban Selalu benar Jangan tanyakan kesempurnaan Jangan tanyakan kehidupan Sebab kita Tidak akan mendapat jawaban Biarlah hidup kita di dunia Mengalir bagai air Janganlah kau hentikan Biarkanlah ia mengalir Jangan hentikan langkahmu Sebelum sampai di tujuan Jangan hentikan kehidupan Di persimpangan jalan Tuhan tidak menjanjikan Jalan lurus bagi kita Tapi Tuhan selalu memberikan Jalan keluar bagi kita

Why Have You Chosen Me

Why have You chosen me Out of million Your child to be You know all the wrong that I done Oh how could You pardon me Forgive my iniquity To save me give Jesus Your son But Lord help me be What You want me to be Your words I will strive to obey My life I now give For You I will live And walk by Your side all the way Sebuah lagu dengan syair sederhana untuk memasuki tahun 2002 yang aku dengar didalam gereja, tetapi begitu menyentuh hatiku.. Pernahkah kita bertanya kepada Tuhan mengapa Engkau memilih aku diantara ribuan anak-anakMu yang jauh lebih baik daripada aku? Atau kita hanya mengeluh dan mengatakan Tuhan melupakan aku? Pernahkah kita berpikir semua perbuatan dosa kita di ketahui olehNya, tetapi Tuhan tetap memilih kita. Pernahkah kita sadari kesabaran Tuhan dalam membentuk kita? Mengampuni dosa kita melalui anakNya yang tunggal Tuhan Yesus.. Pernahkah kita berjanji, memohon pertolongan Tuhan untuk membimbing kita menurut kehendakNya.. Berikanlah hidupmu untuk Tuhan dan berjalanlah

Dekap Aku

Tuhan, sulit bagi diriku untuk mengungkapkan apa yang ada di dalam hatiku, dan terkadang aku takut bahkan tidak mengerti apa yang ada dalam hatiku. Sekian lama aku mengikut Engkau, banyak hal-hal indah termasuk juga hal-hal yang menyakitkan terjadi dalam hidupku. Dahulu ketika aku masih kecil, aku hanya mengenal nama Yesus sebagai Tuhan, tetapi aku tidak tahu lagi selebihnya. Namun benih kecil yang tersimpan dalam hatiku perlahan-lahan mulai tumbuh sejak aku mengenalMU lebih dalam lagi. Lalu kepergianku jauh dari tempat kelahiranku kembali membawa aku terhilang dariMU. Saat aku tersadar, aku kembali berlutut memohon kehadiranMU. Engkau tidak segera datang, namun aku percaya akan kehadiranMU. Engkau pun memberikan tempat bagiku untuk mengenalMU kembali. Memang semuanya tidak selalu berjalan dengan lancar, tetapi semakin hari aku merasa semakin dekat denganMU. Sampai terjadi peristiwa ini. Tuhan… ini semua terjadi di luar keinginanku, namun bekasnya hingga kini begitu terasa, membuat aku

Maafkan Aku

Kesalahan seseorang dapat diampuni oleh Tuhan, tetapi kadang begitu sulit bagi seorang manusia untuk memaafkan. Sebuah kisah dari sebuah negara, seorang pemuda bernama Albert berbuat kesalahan pada kekasihnya yang bernama Martha, yang menyebabkan kekasihnya marah sangat marah. Sesungguhnya Albert sangat mencintai Martha, namun karena kesalahan ini akhirnya mereka putus. Albert sudah meminta maaf, tetapi tidak mendapat tanggapan apapun dari kekasihnya, bahkan Martha tidak mau lagi berjumpa dengan dia. Berkali-kali Albert mencoba untuk menghubungi dia namun tidak mendapat balasan apapun. Perasaan bersalah tetap menghantui Albert, ia tahu bahwa ia tidak dapat kembali lagi pada wanita yang dicintainya, meskipun ia masih sangat mencintainya, tetapi kini yang diharapkannya adalah sebuah kata maaf dari kekasihnya. Waktu berlalu, masih dengan berharap maaf dari kekasihnya Albert hanya bisa memohon pengampunan dari Tuhan. Kemudian Albert mendengar bahwa kekasihnya telah memilih pasangan baru. A

Surat Untuk Tuhan

Menulis sebuah surat untukMu, cukup sulit bagiku. Bukan karena aku tidak dapat merangkai kata-kata yang indah, tetapi karena Engkau mau aku jujur kepadaMu, karena Kau pun tahu apa yang ada dihatiku meskipun tanpa kuucapkan. Aku sadar meskipun Kau mengetahui seluruh isi hatiku, dan tidak ada yang tersembunyi dihadapanMu, namun Kau mau mendengar sendiri dari mulutku. Oleh karena itu, Tuhan, aku akan berusaha jujur padaMu. Setiap saat didalam kehidupanku, setiap detik yang kulalui, Engkau selalu berada didekatku. Dalam setipa kebahagiaan, maupun dalam setiap kesedihan dan kesulitan, Engkau tidak pernah meninggalkan aku. Aku begitu ingin memuji dan memuliakan namaMu dan Kau pun tahu itu, tetapi kadangkala justru aku mengecewakan Engkau. Tapi kadang sulit juga aku mengerti, begitu sering aku mengecewakanMu namun Engkau begitu sabar mendidik aku. Saat Kau berikan kebahagiaan untukku, jalan-jalanku yang tampak lurus dan datar, aku dapat merasakan Engkau sedang menuntun tanganku, berjalan bers

Aku Rindu RumahMU

Kutulis sebuah surat yang sudah Kau baca, walau belum ada kata-kata di dalamnya, kuungkapkan isi hati yang telah Kau mengerti, walau belum kupikirkan kata-kata di dalamnya, kukatakan perasaan hati yang sudah Kau dengar, walau belum kuucapkan kata-kata di dalamnya, kuteteskan airmata yang sudah Kau lihat, walau belum mengalir airmata di dalamnya. Haruskah ku tulis semua yang sudah Kau ketahui, siapakah aku, yang Kau ciptakan ke dunia ini, sesosok anak manusia yang lemah tanpa daya, hanya teriakan tangisan yang pertama Kau dengar, sebagai tanda satu lagi ciptaanMu memenuhi dunia ini, mewujudkan keinginanMu. Haruskah ku bertanya untuk apa Kau menciptakannya. Perlahan-lahan aku berjalan, berlari, berkata, tertawa, mendengar, tentang apa isi dunia, semua Kau berikan, sempurna tanpa noda. Tapi mengapa ada goresan kecil. Mulanya tidak ada yang tahu, dan memang tidak ada yang peduli, tapi bagaimana dengan aku, aku berusaha agar goresan itu tidak semakin besar, aku berusaha menutupinya, siapaka

Lalat

Seekor lalat hijau terbang dengan riangnya. Di dalam sebuah rumah yang tampak sepi dari luar. Karena di dalamnya hanya tinggal seorang anak. Ia terbang kesana kemari dengan riang. Tanpa peduli dengan waktu dan sekitarnya. Ia sampai di sebuah cermin. Dan melihat bayangannya sendiri. Ia bertanya, hai siapa kau. Aku bertanya siapa kau, jangan mengikuti aku. Bayangannya tetap terdiam. Dan ia pun berpikir, ah mungkin ia bisu dan tuli. Sebaiknya kutinggalkan saja dia. Ia terbang kembali kesana kemari. Dan mengganggu anak itu. Sehingga anak itu menjadi kesal. Dan mengambil pemukul lalat. Ia terkejut dan berusaha kabur. Ah, tapi sayang ia terlambat. Ia terjatuh di lantai dan berusaha berdiri kembali. Oh, tubuhku terasa sakit sekali. Kuat sekali ia memukulku. Celaka, ia mendekatiku. Tapi sayapku sakit sekali. Apakah aku masih mampu terbang. Oh, bagaimana ini. Tapi aku tidak boleh menyerah. Aku akan terbang dan bersembunyi. Dengan sisa-sisa tenagaku yang ada. Dan ia pun terbang kembali Karena ma

Sebab kuk yang Ku-pasang itu enak dan beban-Ku-pun ringan

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 29 Pikullah kuk yang Ku-pasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Ku-pasang itu enak dan beban-Ku-pun ringan (Mat 11 : 28 – 30) Matius 11 : 30 merupakan satu ayat yang sudah pernah saya dengar bertahun-tahun yang lalu. Ayat ini menarik bagi saya pada saat itu. Menarik bukan dalam arti seperti yang dituliskan, melainkan ini menjadi satu pertanyaan buat saya. Mungkinkah sebuah kuk yang di pasang itu enak dan beban yang saya bawa juga ringan, sekalipun itu berasal dari Tuhan? Memang Tuhan Yesus sendiri yang berkata mengenai ayat di atas. Tetapi bukankah itu berarti menempatkan beban kepada saya? Yang juga berarti bahwa ada sesuatu yang saya pikul. Kalau kita bertanya kepada setiap orang, siapa yang mau membawa beban di pundaknya, pasti semua akan menolaknya. Membawa sebuah kuk saja rasanya pasti tidak enak,

Ku Mau Tetap Bersyukur

Tuhan, kumau tetap bersyukur Tuhan, kumau tetap mengasihiMu Tuhan, kumau tetap setia Sampai selama-lamanya Tuhan, ku tahu aku lemah Tuhan, ku tahu ku tak berdaya Tuhan, ku tahu ku tak layak Namun Kau kuatkan Biarlah ku memujiMu Biarlah ku menyembahMu Biarlah ku senangkanMu Selama ku hidup Tuhan, KasihMu sungguh ajaib Tuhan, Engkau sungguh mulia Tuhan, sungguh tak terkira KasihMu hadir menyertaiku

Saat Kesulitan Datang

Pada saat menghadapi kesulitan di dalam kehidupan, banyak orang yang mengalami putus asa, bahkan melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Kekecewaan seringkali turut menghinggapi orang-orang seperti ini. Kekecewaan kepada siapa? Sadar atau tidak sadar, kekecewaan seringkali ditujukan kepada Tuhan. Padahal apakah benar kesalahan tersebut ada pada Tuhan? Jika pertanyaan ini diajukan kebanyakan akan menjawab bukan kesalahan Tuhan, sekalipun ada sebagian kecil lagi yang benar-benar menyalahkan Tuhan. Saya teringat akan salah satu adik dari mama saya. Ia mengatakan sejak mengikuti Yesus, kehidupannya menjadi lebih baik. Segala kebutuhannya terpenuhi atau dipenuhi oleh Tuhan. Apa yang ia minta diberikan oleh Tuhan. Sukacitanya sangat besar sekali. Melihat kehidupan saya dan istri yang sangat pas-pasan, ia mengajarkan untuk meminta kepada Tuhan, seperti yang diajarkan oleh gerejanya. Ia juga sering mengutip ayat-ayat Alkitab yang seolah membuatnya mengerti pengajaran Tuhan. Ta

Carilah Dahulu Kerajaan Sorga

Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Mat 6:33). Ayat di atas mungkin sudah seringkali kita dengar, bahkan dikotbahkan di banyak gereja, mencari kerajaan Allah dan kebenarannya. Tetapi apabila kita amati situasi saat ini, keadaan sungguh sangat menyedihkan. Saya tidak berbicara mengenai orang yang hanya setahun sekali atau setahun dua kali (yaitu saat natal dan paskah saja ke Gereja), tetapi apa yang saya maksudkan justru orang-orang yang setiap minggu rajin ke Gereja bahkan melakukan “pelayanan”. Namun demikian, saya seringkali melihat sebagian besar dari mereka pada dasarnya memiliki motivasi yang salah atau kurang tepat. Karunia dan berkat banyak menjadi tujuan utama atau sekurang-kurangnya Gereja di anggap sebagai tempat penghiburan ketika dalam kesusahan. Banyak orang yang ke Gereja tidak mencari Tuhan, tetapi hal-hal yang seperti ini. Kebenaran dan Kerajaan Sorga itu sudah mulai ditinggalkan. Padahal, Kerajaan Allah at

Hari Terakhir

Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7 : 22-23). Ayat diatas menggambarkan hari terakhir yang sangat mengejutkan. Ini bukan tentang kekacauan atau penolakan terhadap Yesus oleh antikristus, tetapi ini menggambarkan tentang kehidupan orang-orang yang mengaku diri kristen dan percaya kepada Tuhan. Hari terakhir merupakan hari penghakiman, hari dimana domba dan kambing akan dipisahkan, hari dimana gandum dan lalang akan dipisahkan. Yang manakah domba atau gandum? Yang manakah kambing atau lalang? Banyak hal akan mengejutkan terjadi disini. Menjelang hari terakhir, akan banyak orang mengatakan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan me