Skip to main content

Posts

Showing posts from 2018

Natal = Firman Menjadi Daging

Sudah masuk bulan Desember lagi. Sebentar lagi Natal. Kesibukan di setiap Gereja mulai tampak untuk menyambut datangnya Natal. Saya sudah beberapa kali menulis tentang Natal atau makna Natal. Sebenarnya tahun ini saya tidak ingin menulis tentang makna Natal, karena pikiran saya tetap sama dengan makna Natal yang pernah saya tulis sebelumnya. Tapi beberapa hari terakhir saya mulai melihat lagi, persiapan Natal yang dilakukan beberapa Gereja dengan sangat memalukan. Hari-hari ini, Gereja-Gereja mulai semakin aneh dalam merayakan Natal. Inti utama Natal semakin tidak kelihatan. Yesus yang seharusnya menjadi pusat pemberitaan Natal, seolah bergeser dan hanya sekedar menjadi bayi kecil yang tidak berdaya. Yesus hanya akan menjadi cerita sekedarnya saja di dalam Natal, cerita yang selalu di ulang-ulang setiap tahunnya, bahkan menjadi cerita yang membosankan bagi sebagian orang. Kesibukan banyak Gereja akhir-akhir ini, lebih banyak pada acara seperti pesta ulang tahun umumnya. Mak

Tuhan Diam untukku?

Ketika saya berdoa kepada Tuhan meminta pertolongan-Nya untuk masalah berat yang sedang saya hadapi, tidak lama kemudian datang seorang teman yang menceritakan masalahnya kepada saya, dan ia membutuhkan bantuan saya. Masalahnya mirip dengan yang sedang saya hadapi. Teman saya ini bukan seorang yang percaya Tuhan. Selama beberapa bulan saya mencoba membantunya lewat nasehat dan mencarikan solusi. Cukup rumit, karena bukan masalah mudah dan teman saya juga seorang yang keras kepala, sulit untuk di ubah mindset-nya. Saya sudah hampir menyerah, dan terakhir saya bicara agak keras dan kesal. Saya katakan,”saya capek kasih nasehat ke kamu tapi tidak kamu dengar, sekarang silakan lakukan yang kamu suka.” Beberapa hari kemudian saya bertemu dia lagi, dan dia mengatakan masalahnya sudah selesai. Bukan hanya itu saja, ada hal yang di luar dugaan Tuhan lakukan untuk dia. Oke, masalah teman saya selesai. Bagaimana dengan masalah saya? Masalah kami mirip, saya bisa memberikan nasehat ke

War Room, Doa adalah Senjatanya

War Room, adalah film tentang konflik keluarga, namun dalam sebuah konflik keluarga, musuh sesungguhnya bukanlah pada suami/istri dalam keluarga tersebut, musuh utamanya adalah Iblis. Iblis selalu berusaha merusak keluarga-keluarga Kristen. Melalui film ini kita bisa belajar bagaimana cara mengatasi konflik di dalam keluarga dan siapa musuh sesungguhnya. Film War Room ini mendapatkan kritikan negatif oleh para kritikus film, namun pada tahun 2015 mampu menjadi box office dengan pendapatan $74million dengan modal hanya $3 million. Menurut saya sendiri film ini sangatlah bagus, plot cerita digambarkan dengan sederhana tentang kehidupan sehari-hari dalam sebuah keluarga. Keributan-keributan yang terjadi di dalam keluarga juga dimulai dengan hal-hal kecil. Film ini menggambarkan situasi sebuah keluarga sukses namun tidak bahagia didalamnya. Rasa frustasi, kecewa, kebanggaan pada diri sendiri, merendahkan pasangan sudah lama berlangsung di dalam keluarga ini. Itu juga yang

Received 1 Get 1 Free, Dua Anugerah dalam Satu Paket

Sudah sering kita mendengar promosi, Buy 1 Get 1 Free, sebuah promo menggiurkan yang membuat begitu banyak orang tertarik. Bahkan yang tadinya tidak membutuhkan barang yang ditawarkan, jadi ikut-ikutan membeli,”Lumayan kan, mumpung masih promo”, begitu alasannya. Oke, saya tidak melanjutkan membahas masalah promosi barang, tapi kita kembali ke Alkitab. Beberapa waktu yang lalu, saya pernah menuliskan sebuah statement kalimat di facebook saya seperti ini : Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Yohanes 3:16 Ayat yang sangat populer, meskipun banyak yang tidak mengingat Injil dan ayatnya, tapi umumnya semua tau kalimat-kalimatnya. Tuhan yang begitu mengasihi manusia, menebus dan menyelamatkan manusia tanpa syarat. Eiiitts, tunggu dulu, tanpa syarat? Beberapa tahun yang lalu, ketika membaca ayat ini, saya meragukan ji

Menjawab Hai hai : Benarkah Yesus Bangkit?

Hai hai adalah seorang blogger yang banyak menulis tentang kekristenan. Pembahasannya seringkali membuat kontroversi bahkan terkesan menyerang kekristenan. Hanya belajar dari Alkitab, itu katanya. Ia menyebut dirinya Reformed tapi bukan Calvinis. Logika berpikirnya adalah andalan dan kekuatan dalam tulisan-tulisannya. Ia mampu menulis dengan detail dan logikanya sangat tajam. Tapi seringkali logika berpikirnya kebablasan.? Hai hai sedang menguji apakah Yesus benar-benar bangkit atau tidak. Tapi dalam tulisannya, Hai hai bukan menguji, tapi berusaha membuktikan bahwa Yesus tidak bangkit. Ia mengutip ayat Alkitab untuk membuktikan bahwa Yesus tidak bangkit, tapi kemudian bermain dengan logika berpikirnya sendiri. Saya akan menunjukkan bahwa logika berpikirnya justru membuktikan bahwa YESUS BENAR-BENAR BANGKIT Hai hai Menulis : Benarkah Yesus Bangkit? Karena Yesus tidak bangkit maka kekristenan adalah omong kosong? Mustahil. Agama Kristen sudah ada sejak 2.000 tah