Skip to main content

Posts

Showing posts from 2015

Dari Tuhan atau Iblis

Sumber gambar :  Bluehat.com.au Pagi ini istri saya bercerita tentang seorang ibu yang curhat pada nya. Ibu ini seorang janda yang sudah lama ditinggal suami karena meninggal dunia. Anak-anaknyapun sudah dewasa dan sudah menikah. Ibu ini bercerita bahwa ketika sedang melakukan pekerjaannya, ia merasa Birahi. Ia mengatakan hal ini kepada anak-anaknya. Anak-anaknya tidak mempermasalahkan. Lalu ia bertanya kepada istri saya, apakah itu salah? Istri saya menjawab,”Itu tidak salah dan itu adalah hal yang normal”. Lalu ibu ini berkata lagi bahwa memang saat ini ia sedang dekat dengan seorang laki-laki. Suatu kali, kata ibu ini, “ketika sedang beribadah di Gereja, saat itu sedang mengikuti Doa Bapa Kami, tiba-tiba saya melihat wajah laki-laki itu seperti muncul didepan saya, menurut mami Lois (begitu ia memanggil istri saya) apa maksudnya itu?” Istri saya menjawab,”Ibu, setan sedang mengganggu ibu berdoa. Harusnya ibu bilang seperti ini, Hai Iblis, dalam nama Yesus Kristus

Menjawab Pertanyaan Tentang Jodoh

Artikel ini saya tulis untuk menjawab pertanyaan Adryan Wahyudi di kolom komentar tentang perjodohan di tulisan saya yang berjudul Jodoh, di tangan Tuhan atau Manusia (Bagian 1) . Dikarenakan cukup panjang saya harus memberikan penjelasan, maka saya buatkan tulisan khusus untuk menjawab pertanyaannya. Tulisan ini juga saya buat dalam bentuk pertanyaan dan jawaban. Pertanyaannya ada tiga, namun saya membaginya lagi agar lebih mudah untuk menunjukkan pertanyaan mana yang saya jawab. Pertanyaan Adryan Wahyudi saya tebalkan dengan warna hitam agar lebih mudah dilihat. Mohon penjelasannya terhadap pertanyaan-pertanyaan ini, "Kapankah kita tahu bahwa seseorang itu jodoh kita? Jangan terlalu memikirkan ini jodoh kita atau bukan setelah anda menikah. Jika anda belum menikah, masih dalam tahap berpacaran, silakan berpikir dan menilai kekasih anda apakah ia jodoh anda atau bukan. Alkitab memberikan kriteria pasangan yang dikehendaki oleh Tuhan, dan selama masa berpacaran, seharus

Menjadi Satu Daging Karena Jodoh Memang di Tangan Tuhan (Bagian 3 -- End)

Sumber gambar :  www.slideshare.net Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?" Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." (Matius 19:3-6) Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. (Kejadian 2:24) Keduanya menjadi satu daging. Laki-laki dan perempuan menikah, maka keduanya menjadi satu daging. Apa maksudnya satu daging? Dalam keluarga-keluarga Kristen banyak yang meyakini menjadi satu daging berarti

Tuhan Membenci Perceraian, karena Jodoh Memang di Tangan Tuhan (Bagian 2)

Sumber gambar :  www.bigredmanministries.com Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat: Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan. Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang. Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka

Jodoh, di tangan Tuhan atau Manusia (Bagian 1)

Kita tentunya sering mendengar ungkapan “Jodoh itu di tangan Tuhan.” Jadi, kemanapun kamu mencari jodoh, jika Tuhan tidak menentukan dia sebagai jodohmu, maka kamu tidak akan bisa bersatu. Hampir semua orang Kristen percaya bahwa jodoh memang di tangan Tuhan. Itu sebabnya ketika mereka menikah, maka itulah jodoh yang telah ditentukan oleh Tuhan. Saat pacaran, semua terasa indah. Saling memberi perhatian dan merasa saling ada kecocokan. Ketika ada keributan pun, timbul kerinduan yang mendalam sehingga akhirnya saling meminta maaf dan bersatu kembali. Lalu mereka menikah. Diawal pernikahan, semua masih berjalan dengan indah. Tapi seiring waktu berlalu, pertengkaran tidak hentinya terus terjadi. Mulai timbul kekesalan dan kekecewaan. Lalu mulai berpikir “Mungkin aku telah salah pilih, mungkin dia sebenarnya BUKAN JODOHKU”. Semua orang Kristen percaya bahwa Tuhan yang memberkati pernikahan. Mereka percaya Tuhan yang telah mempersatukan/menjodohkan mereka. Lalu ketika timbul keri