Skip to main content

Sekilas Rasa Syukurku

Hari ini, tepat satu bulan saya bekerja di perusahaan yang baru. Bagaimana rasanya? Sebenarnya biasa saja, saya harus adaptasi lagi. Baru sebulan disini saya belum mengenal seluruh karyawan, karena cukup banyak. Tapi disini saya mendapatkan fasilitas yang lebih baik dari tempat saya sebelumnya.

Saya bersyukur kepada Tuhan, bukan saja karena mendapatkan tempat yang lebih baik, tetapi karena ada peristiwa dalam pengunduran diri saya dari tempat yang lama.

Sedikit saya ceritakan. Saya mengajukan pengunduran diri awal April dan karena aturan perusahaan harus keluar satu bulan sesudah pengunduran diri, itu berarti akhir April saya baru keluar.

Di pertengahan April saya di panggil HRD dan diminta keluar hari itu juga. Padahal saat itu sudah jam setengah lima sore alias sudah hampir pulang kerja. Singkat cerita (cerita selengkapnya silakan baca di http://www.mediakonsumen.com/Artikel2308.html) akhirnya pengunduran diri saya dipercepat.

Meskipun ada rasa kesal dan kecewa terhadap perusahaan saya yang lama, saya tetap melihat pemeliharaan Tuhan. Di tengah maraknya kesulitan ekonomi, bahkan banyak perusahaan yang mengurangi karyawannya, saya justru mendapatkan pekerjaan baru. Istri saya yang sudah 4 tahun tidak bekerja (karena keguguran dan menanti kehamilan) juga mendapat pekerjaan.

Jika saya renungkan, banyak sekali pemeliharaan Tuhan dalam kehidupan saya yang telah membentuk saya menjadi seperti sekarang ini. Tidak banyak keistimewaan dalam diri saya, tapi Tuhanlah yang menjadikan saya istimewa. Bukan hanya karena berkat dan anugerah-Nya saja yang dapat saya nikmati, tetapi juga segala kesulitan yang harus saya hadapi.

Tuhan bukanlah alat yang selalu harus menuruti kemauan kita, tetapi Tuhan berkehendak secara mutlak untuk mengatur kehidupan kita, baik itu menyenangkan atau tidak.

Tuhan memang menjanjikan pemeliharaan, tapi ingat pemeliharaan Tuhan bukan berarti selalu memberikan yang enak-enak untuk kita, pemeliharaan Tuhan juga penuh dengan aturan yang harus kita taati. Bukan supaya kita terjatuh, tetapi supaya kita bisa bangkit dari kejatuhan.

Dan Aku bersyukur untuk semuanya itu. Yesus Kristus yang kukenal tidak pernah mengecewakanku. Satu bulan di tempat baru telah Engkau pimpin, biarlah hari-hari selanjutnya Engkau tetap menyertaiku.

Terpujilah Yesus Kristus, Tuhan penebus dan penyelamatku. Raja yang Maha Mulia.

Comments