Skip to main content

Posts

Istriku, Silakan Jatuh Cinta Lagi

Sumber gambar :  http://wallpaperswide.com Seorang perempuan, tetangga sebelah rumah sedang asik ngobrol sama istri saya di teras rumah. Pas saya keluar, istri saya bertanya pada saya sambil bercanda,"Pih, boleh ga aku jatuh cinta lagi?". Saya menjawab "boleh". Rupanya tetangga saya terkejut dengan jawaban saya, lalu sambil tertawa istri saya bertanya lagi kepada saya,"Bener nih ga papa aku jatuh cinta lagi?" Saya jawab "Silakan aja, ga papa kok." Malamnya istri saya mengatakan tetangga saya curiga dengan diri saya, Saya tidak marah kalau istri saya jatuh cinta lagi, bahkan saya mengijinkan istri saya jatuh cinta lagi, itu kemungkinan karena saya suka dengan banyak perempuan, alias selingkuh. Saya tertawa mendengar cerita istri saya, lalu ini percakapan kami : Saya : Kalau kamu jatuh cinta lagi, apakah kamu akan mengatakannya kepada saya? Istri : ngga. Saya : Kalau seandainya kamu mengatakannya, apakah saya bisa mencegah agar kam...

Beri Aku Makan, Tuhan

Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Matius 25:35-40. Terkadang aku bingung dengan Tuhan. Aku berdoa agar diberikan berkat yang lebih untuk keluargaku, tap...

Beritakanlah Injil!

Memberitakan Injil dengan menceritakan kehebatan Agama Kristen dan menjelekkan Agama lain itu namanya memfitnah. Memberitakan Injil dengan mengatakan percaya Yesus masuk surga, tidak percaya Yesus masuk neraka, itu namanya menakut-nakuti sambil mengancam. Itu sebabnya memberitakan Injil dengan menghina Agama orang lain dan menakuti-nakuti dengan ancaman neraka berarti memberitakan “Kabar Buruk”. Memberitakan Injil adalah memberitakan kabar sukacita/Injil. Itu sebabnya Memberitakan Injil berarti menceritakan keindahan didalam Injil. Oleh sebab itu, jika tidak tahu keindahan Injil, maka janganlah memberitakan Injil, karena nanti anda akan menceritakan "kabar buruk".

Jangan Bicara Tentang Tuhan Kalau Hidupmu Belum Beres!

Sumber gambar : http://www.churchplanting.com Jangan bicara tentang Tuhan kalau hidupmu sendiri belum beres! Jangan sok menginjili kalau tingkah lakumu sendiri masih belum benar! Memangnya hidup kamu sudah benar, ga usah menghakimi orang lain! Kamu seperti orang Farisi, suka bicara firman Tuhan, tapi hidup kamu belum benar! Kata-kata kamu terlalu keras, memangnya hidup kamu sudah benar! Kamu ngomong terlalu keras, kata-kata kamu tidak ada kasih, itu tidak akan jadi berkat! Kalau kamu bicara hal-hal yang keras seperti itu, itu akan menghambat orang lain untuk bertobat! Sebagai murid Yesus, kita harus mengasihi, tidak berkata keras dan kasar seperti itu! Anda pernah menerima perkataan semacam itu? Atau justru anda yang mengatakan perkataan-perkataan seperti di atas? Sebagai orang kristen, kita diajarkan tentang kasih, bagaimana kita harus mengasihi, bagaimana kita harus berbicara dengan lemah lembut terhadap saudara seiman, karena itulah yang diajarkan Yesus. Jika seo...

Menyongsong Pengharapan di Tahun 2015

Sumber gambar : http://lakesideperton.co.uk Menjelang akhir tahun, biasanya banyak yang berpikir tentang resolusi untuk tahun depan. Dalam hal inimenyambut tahun 2015. Saya tidak pernah berpikir tentang resolusi, tapi tahun ini saya memiliki satu pengharapan yang sangat besar. Saya juga berharap Tuhan berkenan dan menolong saya untuk mencapainya. Terus terang saja, terkadang saya memiliki keyakinan bahwa saya akan mencapainya di tahun 2015 ini, tapi terkadang juga saya merasa lemah dan tidak yakin. Saya membutuhkan masukan, dorongan untuk menyakinkan saya bahwa saya akan meraihnya. Saya bersyukur kepada Tuhan, karena menjelang akhir tahun, dalam menyambut perayaan Natal dan tahun baru, saya mendapatkan dua pengalaman menarik yang memberikan dorongan dan kekuatan kepada saya untuk menjalani tahun 2015. Pengalaman pertama : Saat dalam perjalanan untuk mengikuti ibadah malam Natal di Gereja tempat mertua beribadah, saya mendapatkan kisah menarik. Saat itu saya, istri...

Tidak Menjalankan Perintah Tuhan = Dosa? TIDAK!

Sumber gambar : http://thepreachersword.com Sejak kecil khususnya didalam pelajaran agama di sekolah-sekolah atau juga bahkan di sekolah minggu, kita sering diajarkan bahwa “kita harus menjalankan perintah Tuhan dan menjauhi larangannya.” Hal ini terus ditanamkan di dalam diri kita dengan tujuan agar kita menjadi orang baik, taat pada perintah Tuhan, dan tidak melanggar perintah Tuhan yang mengakibatkan kita berdosa. Ya, seringkali kita merasa terancam dan takut berdosa jika kita tidak dapat atau tidak menjalankan perintah Tuhan. Terkadang kita juga diancam dengan murka Tuhan, Tuhan akan marah jika kita tidak menjalankan perintah-Nya. Alkitab perjanjian lama, menunjukkan banyak peristiwa malapetaka jika bangsa Israel tidak taat kepada Tuhan, namun saya melihatnya berbeda di perjanjian baru yang digenapi oleh Yesus. Benarkah tidak menjalankan perintah Tuhan atau tidak taat menjalankan perintah Tuhan akan mengakibatkan dosa? Bagaimana kalau orang tersebut tidak mampu menjalank...

Jangan Bicara Tentang Tuhan Kalau Hidupmu Belum Beres!

Sumber Gambar : http://blogs.nazarene.org Jangan bicara tentang Tuhan kalau hidupmu sendiri belum beres! Jangan sok menginjili kalau tingkah lakumu sendiri masih belum benar! Memangnya hidup kamu sudah benar, ga usah menghakimi orang lain! Kamu seperti orang Farisi, suka bicara firman Tuhan, tapi hidup kamu belum benar! Kata-kata kamu terlalu keras, memangnya hidup kamu sudah benar! Kamu ngomong terlalu keras, kata-kata kamu tidak ada kasih, itu tidak akan jadi berkat! Kalau kamu bicara hal-hal yang keras seperti itu, itu akan menghambat orang lain untuk bertobat! Sebagai murid Yesus, kita harus mengasihi, tidak berkata keras dan kasar seperti itu! Anda pernah menerima perkataan semacam itu? Atau justru anda yang mengatakan perkataan-perkataan seperti di atas? Sebagai orang kristen, kita diajarkan tentang kasih, bagaimana kita harus mengasihi, bagaimana kita harus berbicara dengan lemah lembut terhadap saudara seiman, karena itulah yang diajarkan Yesus. Ji...

Harta yang Paling Berharga

Alkisah pada suatu hari, aku bertemu dengan seorang kakek. Rambutnya sudah memutih semua dan jenggotnya memanjang, tapi ia tampak sehat dan segar. Ia tersenyum kepadaku, kamipun terlibat dalam perbincangan. Aku : kek, aku iri pada teman-temanku yang memiliki uang banyak, harta yang melimpah. Mereka bisa pergi berwisata kemanapun mereka mau, bahkan keliling dunia. Mereka bahagia sekali. Kakek : Nak, kamu tidak tahu kalau temanmu terkadang iri kepadamu yang memiliki istri yang selalu mendampingimu. Aku : Tapi kek, temanku juga ada yang memiliki istri dan mereka berjalan-jalan berdua. Kakek : Nak, kamu tidak tahu kalau temanmu terkadang iri kepadamu yang tidak hanya memiliki istri yang baik, tapi juga anak-anak yang cantik. Aku : Tapi kek, temanku juga ada yang memiliki anak-anak dan ia berjalan-jalan bersama istri dan anaknya ke berbagai negara. Kakek : Nak, kamu tahu, mereka yang memiliki uang banyak dan bisa berjalan-jalan bersama keluarganya, belum tentu setiap ...

Miskin dan Polos, Namun Jangan Bodoh

Sumber gambar : http://souljournaler.blogspot.com Memperhatikan orang-orang miskin, dengan kepolosan dan kesederhanaan mereka, saya mengagumi ketaatan mereka kepada ajaran yang “mengarahkan” mereka kepada Tuhan. Namun, dari sudut pandang lain, saya juga terkadang merasa kasihan karena kepolosan mereka hanya membuat mereka berlaku seolah yang penting "taat", tanpa mau benar-benar mengerti dan memahami ajaran yang mengarahkan kepada Tuhan, sehingga tanpa sadar mereka sering terjebak hanya pada "ikut-ikutan" merasa beriman saja dan pada akhirnya tinggal dalam kebodohan. Bagaimanapun dalam diri saya timbul pertanyaan, haruskah saya berpikir begitu polosnya untuk taat kepada Tuhan, ataukah saya harus juga berusaha mengerti dan memahami ajaran Alkitab yang pada akhirnya membuat saya menjadi tidak polos lagi dan penuh dengan pertanyaan yang terkadang meragukan banyaknya ajaran disekeliling saya? Seorang pendeta mengatakan, meragukan atau mempertanyakan kebe...