Skip to main content

Posts

Bukan Menolak namun Tidak Menginjili

Sumber gambar : www.conradlutheran.org Saat makan siang bersama teman kantor saya, seorang bapak beragama Katolik, saya bertanya kepadanya,"Bapak tiap minggu ke Gereja ya?". Dia menjawab,"Ngga pernah. Hanya anak-anak saya saja yang ke Gereja. Itupun anak pertama dan ketiga saja, anak kedua ngga." Saya bertanya lagi,”Jadi, sama sekali ga pernah ke Gereja?” Ia menjawab,”Ya.., saya ke Gereja kalau ada acara tertentu saja, misalnya anak saya nyanyi di Gereja, saya sebagai orangtuanya harus datang dong, untuk memberi dukungan. Selebihnya, biasanya saya hanya ke Gereja pada waktu natal saja.” Teman saya ini menjawab dengan begitu percaya diri, tanpa rasa bersalah. Baginya semua agama itu sama saja. Agama hanya untuk mengajarkan kebaikan. Beberapa tahun yang lalu, kami berada dalam satu ruangan di kantor, karena ruangan dia sebelumnya sedang dirombak untuk keperluan lain, jadi sementara, dia ditempatkan di ruangan saya. Saat itu, entah kenapa, dia banyak...

Hanya Percaya Yesus Pasti Diselamatkan? Hmmm...

Seorang pendeta bertanya dari atas mimbar kepada Jemaatnya :”Keselamatan itu didapatkan dengan cara : pertama, karena percaya Yesus saja, kedua, karena melakukan perbuatan baik, atau ketiga, karena percaya Yesus dan melakukan perbuatan baik?” Sebagian besar jemaat dengan mengangkat tangannya memilih “karena percaya Yesus saja” dan ada juga yang memilih “karena percaya Yesus dan perbuatan baik”. Saya saat itu tidak mengangkat tangan saya, sebenarnya saya berharap sang pendeta memberikan pilihan keempat, dan pilihan keempat ini berbunyi :”Bukan karena ketiganya”. Jika ada pilihan ke empat ini, maka dengan mantap saya akan mengangkat tangan saya. Mengapa demikian? Bukankah kita diajarkan bahwa setiap orang yang percaya Yesus akan diselamatkan? Cukup hanya percaya Yesus maka kita akan diselamatkan. Benarkah? Di waktu lain, kita juga mendengar kotbah di Gereja yang mengajarkan bahwa keselamatan itu HANYA ANUGERAH semata. Itu bukan hasil usaha kita, apapun yang kita lakukan...

Kisah Dari Istri, Percaya Yesus atau Dukun

Dalam sebuah kebaktian di suatu minggu, istri saya berbisik kepada saya.”Pi, bagaimana kalau si A (nama dirahasiakan) kita bawa saja ke hamba Tuhan PS (nama dirahasiakan).” Saya hanya diam dan berpikir. Kemudian istri saya melanjutkan lagi,”Dia sangat percaya sekali dengan dukun, aku sudah berusaha menjelaskan sama dia, sekarang dia jadi sering nanya-nanya dengan si B (orang yang pernah belajar perdukunan)” Saya tetap diam, kemudian menjawab,”Nanti saja kita omongin lagi.” Siapakah si A? Si A adalah seorang wanita, usianya kira-kira 30 tahunan. Ia curhat kepada istri saya mengenai masalah keluarganya. Suaminya suka berselingkuh dan jarang di rumah. Ia saat ini tinggal bersama seorang anaknya yang masih berusia kira-kira 3 tahun. Menurut cerita istri saya, ia memiliki anaknya yang lain, namun saat ini tinggal di Kalimantan. Saya tidak tahu persis berapa jumlah anaknya, karena hanya mendengarkan cerita istri saya tanpa banyak bertanya. Satu hal yang diceritakan kepada istri sa...

Dari Tuhan atau Iblis

Sumber gambar :  Bluehat.com.au Pagi ini istri saya bercerita tentang seorang ibu yang curhat pada nya. Ibu ini seorang janda yang sudah lama ditinggal suami karena meninggal dunia. Anak-anaknyapun sudah dewasa dan sudah menikah. Ibu ini bercerita bahwa ketika sedang melakukan pekerjaannya, ia merasa Birahi. Ia mengatakan hal ini kepada anak-anaknya. Anak-anaknya tidak mempermasalahkan. Lalu ia bertanya kepada istri saya, apakah itu salah? Istri saya menjawab,”Itu tidak salah dan itu adalah hal yang normal”. Lalu ibu ini berkata lagi bahwa memang saat ini ia sedang dekat dengan seorang laki-laki. Suatu kali, kata ibu ini, “ketika sedang beribadah di Gereja, saat itu sedang mengikuti Doa Bapa Kami, tiba-tiba saya melihat wajah laki-laki itu seperti muncul didepan saya, menurut mami Lois (begitu ia memanggil istri saya) apa maksudnya itu?” Istri saya menjawab,”Ibu, setan sedang mengganggu ibu berdoa. Harusnya ibu bilang seperti ini, Hai Iblis, dalam nama Yesus Kri...

Menjawab Pertanyaan Tentang Jodoh

Artikel ini saya tulis untuk menjawab pertanyaan Adryan Wahyudi di kolom komentar tentang perjodohan di tulisan saya yang berjudul Jodoh, di tangan Tuhan atau Manusia (Bagian 1) . Dikarenakan cukup panjang saya harus memberikan penjelasan, maka saya buatkan tulisan khusus untuk menjawab pertanyaannya. Tulisan ini juga saya buat dalam bentuk pertanyaan dan jawaban. Pertanyaannya ada tiga, namun saya membaginya lagi agar lebih mudah untuk menunjukkan pertanyaan mana yang saya jawab. Pertanyaan Adryan Wahyudi saya tebalkan dengan warna hitam agar lebih mudah dilihat. Mohon penjelasannya terhadap pertanyaan-pertanyaan ini, "Kapankah kita tahu bahwa seseorang itu jodoh kita? Jangan terlalu memikirkan ini jodoh kita atau bukan setelah anda menikah. Jika anda belum menikah, masih dalam tahap berpacaran, silakan berpikir dan menilai kekasih anda apakah ia jodoh anda atau bukan. Alkitab memberikan kriteria pasangan yang dikehendaki oleh Tuhan, dan selama masa berpacaran, seharus...

Menjadi Satu Daging Karena Jodoh Memang di Tangan Tuhan (Bagian 3 -- End)

Sumber gambar :  www.slideshare.net Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?" Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." (Matius 19:3-6) Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. (Kejadian 2:24) Keduanya menjadi satu daging. Laki-laki dan perempuan menikah, maka keduanya menjadi satu daging. Apa maksudnya satu daging? Dalam keluarga-keluarga Kristen banyak yang meyakini menjadi satu daging berarti ...

Tuhan Membenci Perceraian, karena Jodoh Memang di Tangan Tuhan (Bagian 2)

Sumber gambar :  www.bigredmanministries.com Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat: Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan. Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang. Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mer...